Luasnya Alam Semesta


Tata Surya
Source: idntimes.com
Di sekolah kita hanya pernah diajari tentang tata surya, tapi kita tidak pernah diajari tentang seberapa luasnya alam semesta ini. Pada artikel ini kita akan mengungkap seberapa luas alam semesta ini lebih tepatnya luas alam semesta yang mampu diamati oleh manusia. Dimulai dari yang paling dekat yakni jarak bumi ke bulan sejauh 348.400 km yang jika kita pergi menggunakan mobil dengan kecepatan rata-rata di jalan tol kita baru sampai sekitar setengah tahun kemudian. Tapi jika kita pergi naik mobil ke planet yang sering kita teliti yaitu Mars maka kita butuh waktu sekitar 256 tahun perjalanan jika jarak rata-rata Bumi ke Mars 225 juta km. Nah bagaimana jika kita pergi ke ujung tata surya kita, Neptunus? Maka kita perlu waktu 5022 tahun perjalanan, jadi kita baru sampai sekarang jika kita berangkat pada zaman piramida Mesir baru dibangun.
Voyager 1
source: voyager.jpl.nasa.gov
Itu baru tata surya kita, jika kita menembus keluar dari tata surya kita akan bertemu dengan pesawat antariksa Voyager 1, objek buatan manusia terjauh yang ada di luar angkasa. Jika menggunakan kecepatan mobil rata-rata, butuh 23.858 tahun untuk mencapai Voyager 1. Perlu diketahui saat ini Voyager terus bergerak menjauhi tata surya kita dengan kecepatan 61.500 km/jam dan terus menjauh. Dari sudut pandang Voyager 1 Matahari kita sudah terlihat seperti titik namun meski Matahari terlihat seperti titik tapi kekuatan gravitasinya masih mampu untuk menarik komet maupun benda langit lainnya untuk membentuk wilayah yang dinamakan Oort Cloud.
Oort Cloud
Ilustrasi Oort Cloud
Source: space-facts.com
Dalam sejarahnya Voyager 1 bisa keluar dari tata surya kita dalam waktu 35 tahun sedangkan untuk keluar dari wilayah Oort Cloud Voyager 1 butuh waktu sekitar 30.000 tahun. Namun luasnya wilayah Oort Cloud ini hanyalah setitik dari bagian yang dinamakan Local Interstellar Cloud.  Dari sini kita sudah tidak mungkin lagi menggunakan ukuran jarak kilometer, sekarang kita pakai satuan yang nama kerennya adalah “tahun cahaya”. Sejauh ini cahaya adalah objek tercepat di alam semesta yang jika dibulatkan memiliki kecepatan 300.000 km/detik. Meskipun cahaya adalah objek tercepat Ia masih membutuhkan waktu sekitar 4 tahun lebih untuk sampai ke bintang terdekat kita Proxima Centauri dan butuh waktu 30 tahun untuk mencapai ujung ke ujung dari Local interstellar Cloud ini.
Hasil gambar untuk proxima centauri"
Proxima Centauri
Source:infoastronomy.org
Hasil gambar untuk milky way"
Galaksi Bima Sakti
Source: universetoday.com
Jika kita pergi lebih jauh lagi Local Interstellar Cloud hanyalah wilayah kecil dari bagian galaksi kita, Galaksi Bima Sakti. Dulu saat ilmu astronomi baru muncul manusia mengira bahwa Galaksi Bima Sakti adalah luas alam semesta namun hal tersebut adalah salah besar. Galaksi Bima Sakti sendiri memiliki sekitar 100 miliar bintang dan sekitar 800 miliar planet dan bisa jadi jauh lebih banyak karena kemungkinan besar ada planet yang mengambang begitu saja di gelapnya luar angkasa. Jika kita lihat dari luar galaksi planet kita bukan lagi terlihat seperti titik tapi malah tidak akan terlihat lagi. Dan ternyata galaksi kita yang super besar ini hanyalah satu dari 54 galaksi berbeda dalam Local Group dan mari kita lanjutkan lagi karena Local Group sendiri hanyalah bagian yang sangat-sangat kecil dari bagian yang dinamakan Virgo Supercluster. Pada Virgo Supercluster sendiri terdiri dari ribuan Galaksi seperti galaksi kita yang memiliki milyaran bintang dan planet. 
Hasil gambar untuk virgo supercluster"
Virgo Supercluster
Source: wikipedia.org
Apakah sudah selesai? Tentu saja belum, selama kalian membaca artikel ini kita pergi lebih jauh lagi. Jika kita zoom out lagi Virgo Supercluster ini adalah bagian yang sangat-sangat kecil dari wilayah yang bernama Laniakea Supercluster. Pada sekala ini titik titik kecil yang terlihat adalah galaksi, Laniakea Supercluster sendiri memiliki sekitar 100.000 galaksi. Jika menggunakan kecepatan cahaya kita butuh waktu 520.000 tahun agar sampai dari ujung ke ujung dari Laniakea Supercluster. Namun Laniakea Supercluster tersebut bukan lagi terlihat seperti titik melainkan seperti debu dalam bagian Obrservable Universe atau Alam Semesta yang bisa diamati yang memiliki 2 triliun lebih galaksi. Apakah Observable Universe adalah luas alam semesta? Tentu saja tidak karena Observable Universe hanyalah setitik debu dari bagian alam semesta yang sebenarnya hanya saja cahaya dari ujung alam semesta tersebut tidak atau belum sampai dalam jangkauan yang saat ini bisa diamati oleh manusia.
Hasil gambar untuk laniakea supercluster"
Observable Universe 
Oh iya, Voyager 1 memiliki saudara yakni Voyager 2, untuk melihat status misi dari Voyager 1 dan Voyager 2 silahkan kunjungi voyager.jpl.nasa.gov pada referensi di bawah ini.

jika artikel ini bermanfaat silahkan kalian share karena "sharing is caring"
referensi:

0 Response to "Luasnya Alam Semesta"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel