Perlukah Kita Mencari 'Bumi' Baru?

source:arstechnica.com
Setengah abad lalu sejarah besar tercipta untuk pertama kalinya kita bisa sampai ke bulan, langkah kecil di atas sana menjadi lompatan besar bagi umat manusia. Namun 5 dekade kemudian lompatan itu menjadi ironis melihat kondisi bumi kita saat ini yang membuat kita harus memikirkan pencarian rumah baru di luar sana. Ada apa dengan bumi kita?

Bumi kita sudah cukup tua, sejak 4,6 miliar tahun yang lalu sudah mengalami berbagai keadaan diantaranya zaman es super beku, dihantam meteorit raksasa dari angkasa, keracunan gas dari letusan gunung berapi. Semua bencana itu memusnahkan spesies yang pernah berjaya di planet ini dan bencana itu bisa saja terjadi lagi pada zaman kita. Tapi ancaman yang lebih nyata tidak datang dari itu semua, ada satu makhluk ganas yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan bumi dan seisinya, itulah kita, manusia.

Sejak zaman revolusi industri manusia telah menghasilkan jutaan ton zat mematikan yang membuat langit kita rusak, zat itu terperangkap di atas sana sehingga sinar matahari yang masuk sulit untuk dipantulkan keluar kembali ke luar angkasa. Keadaan ini juga diperparah dengan penebangan hutan secara ilegal, produksi plastik yang berlebihan dan sebagainya yang akan menjadi senjata makan tuan di esok hari.

Di bawah ini merupakan grafik dari anomali suhu yang terjadi dari tahun 1880 hingga tahun 2014. Yang dicatat oleh NASA, NOAA, Badan Meteorologi Jepang, dan Pusat Kantor Met Hadley (Inggris).  Meskipun ada variasi kecil dari tahun ke tahun, keempat catatan menunjukkan puncak dan lembah yang selaras satu sama lain. Semua menunjukkan pemanasan yang cepat dalam beberapa dekade terakhir, dan semua menunjukkan dekade terakhir sebagai yang terhangat.

source: earthobservatory.nasa.gov
Fakta tersebut juga diperkuat dengan pernyataan seorang ilmuan terkenal Stephen Hawking yang mengatakan bahwa kita hanya punya waktu paling lambat 100 tahun sebelum bumi menjadi terlalu panas untuk ditinggali. Lalu apakah kita bisa menyelamatkan diri dari bencana ini?

Hanya ada 2 pilihan, kita rawat bumi kita atau kita mencari tempat tinggal baru di luar sana. Memang mencari planet untuk tempat tinggal yang baru pastilah sulit untuk menjadi kenyataan, namun jika kita mengingat bahwa kita pernah melakukan pendaratan di bulan, itu membuktikan bahwa perjalanan ruang angkasa sangat mungkin terjadi. Teknologi kita sekarang pun jauh lebih maju daripada dulu, jadi meskipun terlihat fantasi belaka, perjalanan ke luar angkasa adalah perjalanan yang patut kita pertimbangkan.

Menjelajah sudah menjadi naluri manusia, ingin mengetahui sesuatu lebih jauh untuk memenuhi rasa penasaran. Jika dulu para penjelajah mengarungi lautan maka untuk sekarang waktunya kita menjelajah luar angkasa karena kita hanya punya dua pilihan, tinggalkan planet bumi atau kita rawat baik-baik rumah kita ini, sebuah titik biru di tengah jagat raya. Mana yang kalian pilih?

referensi:
earthobservatory.nasa.gov
jurnal.fkm.unand.ac.id
2007. hutan dan kesehatan manusia. CIFOR infobrief: No.11(b)

0 Response to "Perlukah Kita Mencari 'Bumi' Baru?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel