Pelajaran Hidup Yang Terlambat Manusia Pelajari

source:gambar pribadi
Diri kita ini terbatas oleh ruang dan waktu sedangkan dunia ini mungkin tidak terbatas sehingga banyak hal yang kita tidak ketahui padahal ada beberapa hal penting yang kita lewatkan dan sedihnya lagi hal penting tersebut terlewat karena kita terlalu sibuk memikirkan hal yang justru tidak penting.

Sebelum kita terlambat lebih jauh, berikut ini beberapa pelajaran hidup yang sering manusia terlambat pelajari:

Hidup itu singkat

Kita ingat masa kecil kita, ingatan itu seperti baru kemarin. Tiba-tiba kita sudah besar seperti sekarang. Pertanyaannya, apa saja yang telah kita lakukan dan kita dapatkan selama ini?

Anggap saja umur rata-rata orang Indonesia -+60 tahun, jika rata-rata mereka tidur 8 jam sehari maka waktu efektif kita adalah 40 tahun, artinya kita tidur selama 20 tahun. 40 tahun itu pun apakah benar-benar digunakan secara efektif dan produktif ? rasanya tidak mungkin karena manusia pasti akan tidur di luar jam tidurnya juga, dan mereka butuh hiburan seperti nonton tv maen game dan sebagainya. Artinya -+ waktu produktif manusia dalam sehari adalah tersisa -+ 8 jam. Jadi waktu produktif kita adalah 20 tahun dari total umur kita jika 60 tahun, hanya 1/3 dari umur kita.

Semuanya hanya sementara

Hidup itu hanya sementara, oleh karena itu hal yang terjadi di dalamnya juga sementara. Baik ketika kita sedih itu tidak akan berlangsung selamanya, begitu juga dengan keadaan disaat kita senang karena seiring waktu kesenangan itu akan berganti dengan kesedihan kembali dan seterusnya. Hal in mengingatkan bahwa kita tidak perlu berlebihan menanggapi sesuatu yang hanya sementara ini. Jangan terlalu risau karena roda akan terus berputar, tetaplah berpikir positif.

Keluarga jauh lebih berharga dari pada teman

Sudah berapa banyak teman akrab kita yang kita tinggalkan dari SMP maupun SMA. Kita berpisah dengan mereka karena berkuliah di tempat yang berbeda. Tapi ingat, sampai sekarang kita masih pulang ke rumah yang sama, keluarga yang sama. Mungkin ayah dan ibu kita kurang asik ketika diajak bercerita dan ayah ibu kita seperti tidak memahami masalah yang kita alami. Tapi yakinlah mereka orang yang paling menanggung hidup kita, mereka yang akan menuntun kita dan merekalah yang paling rela berkorban demi kita agar kelak menjadi orang yang sukses di masa depan. Oleh karena itu hargai lah mereka, sayangilah mereka dan berbaktilah pada mereka selagi mereka masih ada di dunia ini.

Jangan mengorbankan kesehatan

Harta yang paling berharga adalah diri kita sendiri yaitu jasad kita, syukuri bahwa kita masih sehat, jangan mengorbankan kesehatanmu hanya untuk mendapatkan uang lebih karena untuk apa punya banyak uang jika kita tidak bisa menikmatinya lantaran kita sakit-sakitan.

Kadang sesuatu tidak seindah yang kita kira

Saat kita kecil kita minta dibelikan mobil-mobilan karena teman kita punya mainan itu. Lalu ketika kita memilikinya ternyata hanya dimainkan sebentar lalu kita tinggalkan. Contoh lain ketika kita melihat teman yang mempunyai motor terbaru, kita juga ingin membelinya, kita korbankan segala hal untuk mendapatkannya tapi setelah kita berhasil memilikinya ternyata rasanya biasa saja, gunanya juga sama yakni untuk membawa kita berpindah dari satu titik ke titik yang lain. Jadi syukuri saja apa yang kit miliki karena apa yang kita inginkan tidak seindah seperti yang kita bayangkan, kita harus berhati-hati dan pandai dalam mengelola nafsu kita.

Dunia ini sangat luas

Ada sebuah kata bijak "merantaulah maka kamu akan menemukan sesuatu yang baru", sadarilah di luar sana masih banyak hal-hal yang baru, masih banyak tempat yang lebih indah, masih banyak ilmu yang jauh lebih dalam, masih banyak teknologi yang jauh lebih canggih dan tentunya masih banyak pengalaman yang jauh lebih menarik. Selagi masih muda, coba agendakan untuk berkunjung ke suatu tempat dan rasakan sebuah pengalaman yang baru.

jika artikel ini bermanfaat bisa kalian share karena "sharing is caring".

0 Response to "Pelajaran Hidup Yang Terlambat Manusia Pelajari"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel