Kenapa Banyak Orang Update Status?

source:kagetberita.blogspot.com
Di zaman millenial ini memiliki akun Facebook, Instagram, Twitter dan teman-temannya adalah suatu hal yang wajib dimiliki setiap orang, ya, sekarang mempunyai akun sosmed sudah dianggap sebagai identitas seseorang yang wajib dimiliki layaknya alamat rumah atau nomor telepon, akan dianggap manusia primitif jika tidak punya akun sosmed.

Dari hari ke hari jumlah pengguna sosial media pun terus bertambah. Penggunanya tak hanya remaja, orang tua bahkan anak-anak yang masih bau kencur sudah pada rajin mainan sosial media. Hampir setiap hari mereka selalu membuat status untuk mengabarkan aktivitasnya pada dunia.

Kenapa orang-orang suka menulis status?

Kalau dipikir-pikir sebenarnya menulis status seperti ketika sedang apa, ketika sedang di mana tak lupa juga dilampirkan foto objek yang sedang dihadapannya termasuk mengambil gambar percakapan di handphone mereka kemudian mempostingnya di sosmed tidak memberikan manfaat yang jelas.

Berdasarkan penelitian, orang yang suka menceritakan dirinya sendiri  berpengaruh terhadap pelepasan senyawa kimia di otak yang memberikan perasaan yang menyenangkan.

Penelitian dilakukan peneliti dari Harvard University untuk mengetahui kenapa banyak orang yang menceritakan dirinya sendiri dan seberapa banyak yang melakukannya. Para peneliti memindai otak manusia ketika mereka sedang menjawab pertanyaan tentang diri sendiri dan ketika menilai kepribadian orang lain. Pada penelitian lain, dilakukan pengujian apakah manusia lebih suka menjawab pertanyaan tentang dirinya sendiri, orang lain atau fakta yang bersifat netral.

Dalam penelitian tersebut para peserta diberikan kompensasi berupa uang yang jumlahnya berbeda-beda tergantung pertanyaan yang mereka pilih. Jika mereka memilih pertanyaan seputar dirinya sendiri maka uang yang diberikan relatif kecil, namun jika mereka memilih pertanyaan seputar orang lain kompensasi yang diberikan lebih besar.

Hasilnya mereka lebih memilih menjawab pertanyaan seputar dirinya sendiri walau kompensasi yang diberikan lebih kecil sekitar 17-25% dari kompensasi jika menjawab pertanyaan seputar orang lain.

Dan ternyata dari studi-studi tersebut mempunyai hasil kesimpulan yang sama, yakni manusia mendapatkan dorongan biokimia ketika mereka menceritakan dirinya sendiri. Penelitian itu menyimpulkan bahwa secara rata-rata manusia menghabiskan 40% percapannya seputar dirinya sendiri.

Studi tersebut juga menemukan bahwa manusia akan merasa senang jika orang lain mendengarkannya. Dan lebih dari setengah abad yang lalu seorang peneliti bernama Dale Carnegie telah mengungkapkan fakta yang sama dalam bukunya How to Win Friends and Influence People yang menujukkan bahwa manusia butuh untuk didengarkan setara dengan kebutuhan untuk makan dan minum.

jika artikel ini bermanfaat bisa kalian share karena "sharing is caring".

0 Response to "Kenapa Banyak Orang Update Status?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel