Kenapa Ada Sedikit Pemimpin Perempuan?

source:aibenwu.blogspot.com
Sejak dulu jika kita menelusuri sejarah maka yang kita temukan hampir semua pemimpin baik itu pemimpin suku, negara maupun suatu kelompok dipegang oleh kaum laki-laki, sedikit kita temui pemimpin yang diisi oleh kaum perempuan.

Namun di zaman sekarang perempuan dan laki-laki sudah tidak begitu terasa lagi kesenjangannya, semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin. Namun jika kita lihat dari jumlah pemimpin dunia saat ini baik itu pemimpin negara, pejabat-pejabat tinggi, posisi tinggi karir dalam perusahaan nyatanya masih sedikit diisi oleh perempuan sehingga sepertinya kesenjangan itu masih ada.

Sebenarnya kesetaraan itu sudah ada hanya saja belum merata, penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berada pada posisi 85 dari 100 negara pada peringkat kesenjangan gender. Artinya perempuan-perempuan di Indonesia masih menghadapi banyak masalah untuk bisa benar-benar mendapatkan kesempatan yang sama.

Masalah apa yang menghambat perempuan menjadi pemimpin?

Berdasarkan laporan Uniceft, Indonesia menempati peringkat 8 sebagai negara dengan pernikahan anak terbanyak di dunia.

Sekitar 15 persen perempuan di Indonesia menikah di usia kurang dari 18 tahun, padahal banyak sekali dampak dari pernikahan yang terlalu dini tersebut antara lain pada kesehatan, hilangnya hak pendidikan / bersekolah dan melanggengkan jumlah kemiskinan. Kenapa? karena pernikahan dini biasanya tidak dibarengi dengan tingginya tingkat pendidikan dan kemampuan finansial. Cara didik mereka yang belum matang secara usia juga berpengaruh pada anak-anaknya sehingga berbuntut pada siklus kemiskinan yang berkelanjutan.

Kabar baiknya, Mahkamah Konstitusi kita akan menaikkan batas usia minimal untuk menikah dari yang sebelumnya 16 ke 18 tahun, putusan itu dianggap sebagai kemenangan perjuangan pencegahan pernikahan dini di kalangan anak-anak Indonesia. Namun terlepas dari hal itu ada masalah lain yang perempuan Indonesia hadapi, dari aksi kekerasan di jalanan, kekerasan rumah tangga, pemahaman budaya patriarki (jenis pemahaman yang lebih mengedepankan peran laki-laki atas perempuan yang  menganggap bahwa laki-laki memiliki keunggulan yang lebih dalam berbagai bidang dibanding perempuan). Ya,  pemahaman ini sudah melekat dalam paradigma masyarakat kita hingga sekarang.

Meskipun menjadi ibu rumah tangga adalah hal yang sangat mulia nyatanya masih banyak perempuan yang harus memilih antara karir atau IRT. Di sisi lain di dalam lingkungan pekerjaan cenderung membentuk laki-laki menjadi lebih superior.

Terlepas pantas atau tidaknya perempuan menjadi pemimpin dan juga pertimbangan dalam agama khususnya Islam (karena penulis pernah melihat ada hadist yang melarang perempuan menjadi pemimpin biarkan ahlinya saja yang menjawab). Namun lepas dari hal itu, tidak terlalu masalah jika negara dipimpin oleh perempuan selagi perempuan tersebut benar-benar mempunyai kemampuan yang memumpuni.

Aristoteles pernah mengatakan: "pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tegas, adil, jujur, bijaksana serta takluk pada hukum."
pemimpin hebat bukanlah yang mempunyai banyak pengikut, tapi ia yang menciptakan pemimpin-pemimpin baru.
referensi:
www.unicef.org
www.bbc.com
www.nu.or.id
lifestyle.kompas.com
www.girlsnotbrides.org
islamqa.info

jika artikel ini bermanfaat bisa kalian share karena "sharing is caring".

0 Response to "Kenapa Ada Sedikit Pemimpin Perempuan?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel