Seberapa Buruk Indonesia Karena Korupsi?


Dalam mengelola negara, pemerintah juga punya nilai yang namanya IPK (Indeks Prestasi Persepsi Korupsi). Bisa ditebak nilai ini lah yang sering buruk, ya meskipun nilai dari indeks ini kadang masih dipersoalkan karena dilakukan berdasarkan survei secara subjektif, yakni dengan memberi pertanyaan pada publik seperti "apakah anda percaya terhadap pemerintah?", "apakah korupsi menjadi masalah besar di negara anda?" dan sebagainya, sebab mustahil jika dinilai secara langsung karena korupsi dilakukan dengan sembunyi-sembunyi. Sehingga digunakan parameter seperti di atas.

Selain itu setiap negara atau wilayah memiliki ketentuan yang berbeda-beda mengenai korupsi. Misalnya sumbangan politis di wilayah hukum tertentu akan dianggap korupsi namun tidak di wilayah hukum yang lain atau sesuatu yang dianggap pemberian tip di suatu negara akan dianggap biasa namun bisa dianggap penyogokan di negara lain.

Oleh karena itu hasil survei harus dimengerti secara khusus berdasarkan persepsi publik bukan satu ukuran yang objektif mengenai korupsi. Oke kembali ke topik utama.

Seberapa Buruknya Indonesia Karena Korupsi?

Kita tahu bahwa di pemilu nanti masih ada beberapa atau mungkin cukup banyak mantan koruptor yang masih diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai calon legislatif. 

Ada apa dengan Indonesia?

Apakah Indonesia sudah sebobrok itu gara-gara korupsi?

Sebenarnya negara kita tidak bobrok-bobrok amat, di tahun 2017 IPK negara kita pernah berprestasi ranking tiga se-ASEAN. Itu artinya Indonesia sudah berada di arah yang benar dalam pemberantasan korupsi. Mungkin bagi kita melihat berita korupsi di TV sudah seperti melihat berita infotainment, kita tidak merasakan dampaknya secara langsung. Namun uang sebanyak itu jika dihitung-hitung mampu untuk menyekolahkan ribuan anak dari SD sampai sarjana.

Bagaimana cara mengatasinya?

Walaupun kita tidak bisa mengontrol populasi tikus di Indonesia tapi kita bisa meniru cara negara lain dalam mengatasi atau setidaknya menekan kasus korupsi di negara kita. Kita bisa mencontoh negara Singapura dan Finlandia yang menanamkan nilai "orang jujur itu pasti selalu menang" dalam sistem pendidikannya, bahkan contoh lain di Hongkong pemerintahnya mendorong rakyatnya gimana cara mengendus tindakan korupsi dan bagaimana cara melaporkannya.

Mungkin itu langkah kecil yang bisa kita lakukan dalam melawan musuh yang tak terlihat ini agar kita bisa membangun lebih banyak sekolah, rumah sakit sampai internet di pedesaan bahkan menyelamatkan orang yang mati hanya gara-gara tidak mampu membayar biaya kesehatan.

Bukan hal yang tepat jika kita sibuk berdebat hanya karena masalah agama atau isinya yang untuk menjelekkan lawan politik. Berdebatlah mengenai solusi untuk membuat Indonesia lebih baik salah satunya tentang masalah korupsi di negeri ini.

jika artikel ini bermanfaat bisa kalian share karena "sharing is caring".

0 Response to "Seberapa Buruk Indonesia Karena Korupsi?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel