Kenapa Kita Lebih Sering Melihat Berita Buruk di Media?

source: bbnc.com
Seringkali ketika kita melihat berita, baik itu di TV, koran maupun di Internet berita buruk seperti kasus kriminal, perang, korupsi atau bencana alam lebih mendominasi bahkan menjadi berita utama, sementara itu berita tentang kemajuan atau prestasi seseorang jarang diberitakan, kabar baik yang disampaikan hanya sesaat saja.

Menariknya lagi kecenderungan tersebut tidak hanya terjadi di wilayah konflik, namun di seluruh belahan dunia termasuk di wilayah yang aman dan damai.

Mengapa Demikian?

Tentu banyak yang menjawab bahwa manusia lebih suka berita baik. Tapi faktanya para peneliti menemukan bahwa otak kita lebih memperhatikan hal buruk daripada hal yang baik. Hal ini yang disebut negativity bias.

Para peneliti tersebut mengatakan hal itu berasal dari jaman nenek moyang kita dulu dimana hal buruk dan berbahaya lebih cepat direspon oleh otak karena mengancam keselamatan kita.  Jadi bagian otak yang merespon hal negatif lebih sensitif daripada bagian otak yang untuk merespon hal positif. Hal itu secara insting sampai sekarang membuat otak kita lebih memperhatikan kabar buruk.

Namun di sisi lain, berita buruk yang muncul bisa juga karena konflik kepentingan. Kita tahu bahwa berita-berita di media merupakan hasil kerja keras para jurnalis, nah seringkali mereka dituntut untuk selalu patuh pada atasannya. Akibatnya mereka terpaksa menulis berita demikian agar tidak kehilangan pekerjaanya.

Tapi perlu diingat bahwa pemberitaan negatif itu tidak selamanya dalam tanda kutip, negatif. Karena bisa membuka kesadaran kita akan hal-hal penting di luar sana yang tidak diketahui sebelumnya, kita pun bisa lebih waspada dan belajar dari berita tersebut agar menjadi lebih baik kedepannya. 

Namun kita sendiri perlu mengasah kemampuan kita dalam menerima informasi media, ini yang disebut literasi media.

Jadi ketika kita membaca berita dari TV, Koran maupun Internet kita bisa membandingkan berita tersebut kemudian menganalisisnya sehingga kita tahu bagaimana media diakses dan dibuat.

Setelah membaca artikel ini semoga kita bisa lebih kritis terhadap media sehingga kita tidak hanya menggunakan koran sebagai pembungkus gorengan.

jika artikel ini bermanfaat bisa kalian share karena "sharing is caring".

0 Response to "Kenapa Kita Lebih Sering Melihat Berita Buruk di Media?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel