Bagaimana Proses Terbentuknya Kabut?

penulis bersama kabut
Di pagi hari yang dingin atau di saat kita mendaki gunung kerapkali kita menjumpai kabut. Karena kabut ini membuat pandangan kita menjadi terbatas dan udara di sekitar kita menjadi lebih dingin.

Bagaimana Kabut Bisa Terbentuk?

Bisa dikatakan bahwa kabut adalah awan, tapi bedanya jika kabut terletak di permukaan bumi sedangkan awan tempatnya lebih tinggi. Sementara untuk proses terbentuknya kurang lebih sama saja. Jadi secara harfiah ketika kita berjalan membelah kabut bisa dikatakan juga kita telah menembus awan. 

Seperti yang kita tahu bahwa udara di sekitar kita ini mengandung air baik dalam bentuk gas atau uap. Ternyata udara yang hangat mampu membawa air dengan jumlah yang lebih banyak sehingga di waktu tertentu seperti perpindahan sore menjelang malam, di lereng / puncak gunung akan terjadi perubahan suhu yang menyebabkan uap air atau gas tadi mencapai titik jenuh sehingga akan jatuh dan berubah menjadi cair kembali. Tentu saja awalnya titik air ini sangat ringan sehingga bisa melayang di udara.

Namun karena jumlahnya sangat banyak, maka titik air tersebut akan mengganggu penglihatan kita. Mereka terbagi menjadi dua keadaan, yang ringan akan naik dan yang lebih berat akan turun yang akhirnya jatuh ke tanah, menempel di dedaunan, kaca mobil atau benda lain. Kabut yang menempel inilah yang biasa kita sebut dengan embun.

Atau jika bertahan yakni masih melayang-layang di sekitar kita lalu ketika matahari bersinar maka kabut tersebut akan sirna karena perubahan suhu yang menjadi hangat.

Info Tambahan

Kabut dibagi menjadi dua jenis yakni yang tebal (jarak pandang <=1000 m) dalam bahasa inggris disebut fog, sedangkan yang lebih tipis (jarak pandang >1000 m) disebut mist.

jika artikel ini bermanfaat bisa kalian share karena "sharing is caring".

0 Response to "Bagaimana Proses Terbentuknya Kabut?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel